Tampilkan postingan dengan label Armada Racun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Armada Racun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2013

Playlist Hari Kemerdekaan




“Sudahkah kita merdeka?”, pertanyaan klise tersebut tentu kembali ramai di bulan Agustus ini. Kalau tolok ukur sebuah kemerdekaan adalah terbebas dari segala tindak agresi dari negara lain, tentu saja kita sudah merdeka. Enam puluh delapan tahun lalu, di ujung senjakala Perang Dunia ke-2, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno dengan didampingi Hatta.

Lain soal jika pertanyaan tersebut sedikit diperhalus: “Sudah sejauh mana kita merdeka?” Kita bisa berdebat dalam pertanyaan ini, karena akan ada ukuran-ukuran ataupun pencapaian-pencapaian yang akan diajukan disitu. Tentu tidak selalu indah. Negara ini telah mengalami jatuh bangun pasca kemerdekaannya. Ia pernah dianggap sebagai Macan Asia pun tak jarang direndahkan bahkan tidak diperhitungkan sama sekali.

Untuk itu, saya ingin membagikan rangkaian Playlist yang sedikit-banyak menggambarkan keadaan Indonesia di hari kemerdekaannya yang ke-68 tahun ini. Susunan ini akan bercampur baur, antara yang memuji dan yang menyatir. Tentu setiap lagu akan memiliki pesan tersendiri untuk kita renungi bersama. Bukan soal bagaimana kita terus terbang pada setiap pujian dan terpuruk dalam celaan, tapi bagaimana kita bersiap untuk terus memperbaiki dan merawat negara ini terus-menerus.

Ini dia susunan playlist tersebut:

Rencong Marencong – Marjinal

Mari kita mulai daftar ini dengan menyapa kabar rakyat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru. Marjinal, sebuah komunal punk yang berasal dari sebuah lorong di selatan ibukota, menyapa kita dengan lantang. Saya kira sapaan dalam “Rencong Marencong” ini  ditujukan untuk semua kelompok minoritas yang ada dimana saja di negara ini. Di tengah kesulitan hidup dan acapkali dilupakan oleh negara, Lagu ini mengajak kita untuk bersenang-senang dengan cara sederhana.

Lupakan negara yang masih terbata-bata mengeja kebutuhan rakyatnya. Mari bersenang-senang lantas bersyukur dengan segala yang kita punya saat ini.

"Hei bagaimana kabar kawan-kawan
Apakah baik kondisimu disana 
Kami disini sedang bernyanyi kawan 
Akan senandung lagu rindu tentang kamu..."

Menjadi Indonesia – Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca lahir di saat yang tepat. Di tengah banalitas dan pengulangan-pengulangan yang menjengkelkan, mereka hadir membawa angin segar. Saat industri memaksa musisi membuat lagu bertema nasionalisme, lahirlah karya yang artifisial semata dan cenderung membosankan. Lain halnya dengan “Menjadi Indonesia”. Nomor ini bercerita dengan jujur tentang kondisi Indonesia saat ini. Tanpa rasa menggurui, lagu ini menyampaikan kondisi Indonesia yang sedang “tidur berkepanjangan”. Di ujung lagu ada nada optimis yang tersisa; “masih ada cara menjadi besar… menjelma dan menjadi Indinesia.” Dengan balutan pop minimalis, tembang ini terasa sangat pas untuk terus menjaga nyala api cinta negara di dalam diri kita.

"lekas,
bangun tidur berkepanjangan
Menyatakan mimpimu
Cuci muka biar terlihat segar
Merapikan wajahmu
Masih ada cara menjadi besar
Memudakan tuamu
Menjelma dan menjadi indonesia."

Juara Dunia – Sir Dandy

“Juara Dunia” adalah lagu nasionalisme yang lain. Sir Dandy menyampaikannya dengan sederhana nan jenaka. Dibuka dengan menyebutkan daftar kebanggaan yang pernah dimiliki Indonesia, mulai dari Allyas Pikal, Alan Budi-Susi Kusuma sampai Ariel dan Luna (nama pasangan terakhir sangat sarkartis saya kira. Hehe). Lagu ini lantas menampilan Chris John, juara dunia tinju milik rakyat Indonesia. Di tengah seretnya prestasi olahraga kita, Si Naga (julukan bagi Chris John) hadir bak oasis di tengah gurun pasir. Hal lain yang juga membuat lagu ini akan terus dikenang adalah keberhasilannya mempopulerkan jargon “Sikat Jon!” yang sungguh mampu menghibur dan membangkitkan semangat.

Dalam sebuah wawancara, Sir Dandy berencana untuk membuat lagu khusus bagi Timnas jika mampu lolos ke Piala Dunia suatu saat nanti. Jadi untuk timnas, Sikat Jon!

"Berbadan kecil seperti maradona
Menari lincah seperti balerina
Melancarkan pukulan ke arah lawan
Menunduk ke belakang sambil melepaskan pukulan

Chris john chris john chris john chris john
Juara dunia dari indonesia..."


Mengadili Persepsi – Seringai

Salah satu kejengkelan utama yang sering dipertontonkan Indonesia yang tak lagi muda ini adalah intoleransi antar SARA. Di negara yang mengaku berasaskan Bhineka Tunggal Ika ini masih terlalu sering terjadi pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh kaum mayoritas. Dengan alasan itu lah “Mengadili Persepsi” hadir. Lagu milik Seringai, salah satu unit metal terbaik negara ini, berbunyi perlawanan dengan teriakan “Individu Merdeka!”. Lirik ciamik yang sungguh memberikan tamparan keras kepada kelompok intoleran, berpadu dengan suara vokal Arian yang sangat garang. Pertanyaan penutup di lagu ini juga mengajak kita untuk kembali menilai apakah kita sudah benar-benar merdeka.

"Mereka, bermain Tuhan
Merasa benar, menjajah nalar
Dan kalau kita membiarkan saja,
anak kita berikutnya.

Sudahkah Merdeka?..." 

Amerika! – Armada Racun

Saya selalu tertarik dengan band ini. Bukan karena kibordis meraka saat ini adalah kakak kelas saya di masa SMA, melainkan pemberontakan dengan menihilkan instrumen gitar pada formasi mereka. Dan “Amerika!” adalah karya terbaik yang pernah meraka buat.

Di tengah derasnya arus informasi saat ini, Indonesia tampil canggung untuk menahan kencangnya invasi budaya asing. Negara yang diwakili oleh rakyatnya tak punya pilihan untuk merespon selain meniru mentah-mentah segala apa yang masuk. Terjadilah proses imitasi di segala bidang kehidupan. Dengan kondisi demikian kita akan sangat gampang untuk menemui orang-orang yang kehilangan jati diri. Bukan hanya peniruan terhadap Amerika, saat ini negara kita sedang dijajah secara halus oleh banyak negara, sebutlah Korea, Jepang, India dan negara lainnya.

Dengan mempelesetkan teks Sumpah Pemuda, nomor ini menjadi lagu protes yang sungguh mengena dengan situasi saat ini.

"Kami bangsa indonesia mengaku berbangsa satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku berbahasa satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku bertanah air satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku, semuanya Amerika
..."

Ini Bukan Arab, Bung! – Milisi Kecoa

Satu lagi band berideologi punk yang sukses menghasilkan lagu-lagu protes zaman. Milisi Kecoa hadir dari puing-puing kekecewaan yang mereka lihat di sekitar. “Ini Bukan Arab, Bung!” merupakan protes keras yang dilayangkan kepada para bigot-bigot negeri yang tak henti-hentinya memaksakan budaya. Bagaimana para pengobral surga menyebarkan ajaran agama dengan cara memaksa. Meraka tak segan-segan memberi label “kafir bin sesat” karena merasa mendapat legitimasi dari Tuhan.

"Cepatlah kau mati,
tagih pahalamu di surga
Surgamu, nerakaku

Ini bukan arab, bung!"

Kami Bosan Jadi Negara Dunia Ketiga – Morfem

Di lagu ini Morfem bercerita bagaimana sulitnya negara ini berkembang akibat penyakit utama yang menjangkitinya: korupsi. Para pemegang amanat rakyat yang padanya kita manaruh harapan malah membuat permufakatan jahat. Tanpa belas kasihan, mereka memakan kepercayaan dan membaginya hanya kepada kelompoknya sendiri. Nomor ini berteriak keras tentang itu semua. Bagaimana negara yang hampir berumur enam puluh delapan tahun ini masih saja berstatus “negara dunia ketiga”.

Kebosanan akan kondisi dimainkan dengan musik fuzz-rock yang dinamis. Lirik ciamik dari Jimmy Multazham sang vokalis mewakili perasaan kebanyakan rakyat Indonesia. Puncak kejengkelan ada pada bagian terakhir lagu. Suara “Cuuuiiihh..” sangat pas untuk diberikan pada pengelola negara yang sudah cukup berumur ini.

"Bosan kami bosa jadi negara dunia ketiga
Padahal kita hidup di tanah air yang kaya raya
Bosan kami bosa jadi negara dunia ketiga
Tak mungkin jadi negara maju jikalau korupsi ada..."

Selasa, 17 Januari 2012

Resolusi Konser 2012


Saya suka mendengar/menonton musik Indonesia... Ah, klise. Sudah sangat sering saya katakan itu. Tak usah dibahas lagi.

Salah satu keinginan saya di tahun 2012 ini adalah lebih banyak menonton konser band-band kesukaan. Ada banyak band/musisi keren (menurut saya) Indonesia yang belum saya datangi pertunjukan live-nya. Alasannya lebih kepada karena mereka belum sempat main di Makassar sih. Kalau saya yang mendangi konser mereka di Jawa kan berat di ongkos. Jadi untuk sementara bersabar saja dulu, sambil berharap ada promotor yang mau mengajak mereka main ke Makassar.

Ini dia daftar resolusi konser saya di tahun 2012:

Dialog Dini Hari

Mereka adalah trio supergrup dari kancah musik Bali. Personilnya datang dari band-band yang lebih dulu eksis di ranah musik pulau dewata tersebut. Dankie (Navicula), Michael Bronzio (eks The Hydrant) dan Putu Deny Surya Wibawa (Rokavatar). Bertiga mereka bersekongkol untuk memainkan musik yang tidak tersalurkan di band sebelumnya. Album pertama Beranda Taman Hati yang berasa folk-blues langsung membuat saya jatuh cinta sejak pertama mendengar. Dialog Dini Hari, tahun ini kita harus bertemu!

Sir Dandy

Tak perlulah saya menjelaskan lagi. Lesson #1, album perdana orang gila ini, hingga kini masih mampu membuat saya terus tertawa geli tiap kali mendengarkannya. Sir, tahun ini kita harus bertemu! Sikat Jon!

Melancholic Bitch

Mungkin harapan saya untuk menyaksikan band terbaik Jogja ini akan sangat tipis. Akhir Juli tahun lalu mereka telah mengumumkan akan 'rehat' hingga waktu yang belum ditentukan pada sebuah konser yang emosional. Masing-masing personil sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dalam doa sehabis sholat, saya sering meminta agar mereka segera berkumpul dan mengelar pertunjukan lagi. Tentu dengan harapan saya ada di tengah-tengah konser reuni tersebut. Amin. Om-om Melbi, tahun ini kita harus bertemu!

Jogja Hip-Hop Foundation

Baru kali ini saya benar-benar menyukai lagu hip-hop. Panji-panji Ngayogyakarta Hadiningrat. Merekalah yang telah berhasil membuat saya keracunan musik para rapper dengan lirik berbahasa jawanya itu. Ketika budaya lokal bertemu budaya global. Ketika beat hip-hop bercampur dengan syair tradisional jawa. Ketika batik matching dengan sneaker. Saat itulah anda siap digoyang oleh sekumpulan bernama Jogja Hip-Hop Foundation. Kang mas-kang mas, janji ya, tahun ini kita harus bertemu!

Armada Racun

Lagi-lagi band Jogja. Kota ini memang pencetak manusia-manusia dengan predikat musisi keren. Yang ini band beracun bernama Armada Racun. Mereka sudah menjadi racun bagi saya sejak pertama mendengar lagu Amerika. Belum lagi lagu-lagu lainnya di album Le Peste semacam Tuan Rumah Tanpa Tanah, Lalat Betina dan lainnya. Eh album mereka ini juga masuk dalam album terbaik tahun 2010 pilihan saya loh. Tapi sayang saat ini mereka juga sedang rehat. Dalam masa pengerjaan album sih dengar-dengar. Sungguh saya sudah sangat siap untuk diracun oleh kalian. Kakak-kakak Armada Racun, pokoknya tahun ini kita harus bertemu!

Bangkutaman
Salah satu penyesalan saya di tahun 2010 adalah tidak sempatnya saya menyaksikan pertunjukan live unit indie-pop ini pada saat mereka tampil di Makassar. Ada banyak alasan saya harus menyaksikan mereka. Tapi cukuplah dengan fakta bahwa album Ode Buat Kota milik mereka adalah album terbaik 2010 versi Rolling Stone Indonesia. Ah, mas-mas, main ke Makassar lagi dong. Saat itu saya berjanji untuk berada di barisan paling depan untuk menonton kalian. Oke ya, Bangkutaman, tahun ini kita harus bertemu!

The Adams
Sudah sejak SMA saya menyukai mereka. Lagu Konservatif yang menjadi soundtrack film Janji Joni penyebabnya. Belum lagi Halo Beni dan Hanya Kau. Tak usah banyak alasan. pokonya saya harus menonton pertunjukan live mereka. The Adams, tahun ini kita harus bertemu!

Luky Annash
Entah saya saja yang kurang tahu, tapi saya belum pernah mendengar seorang musisi memainkan piano seliar dibanding apa yang dilakukan oleh Luky Annash. Pada bagian lirik lagu juga sangat kuat. Album 180 Derajat yang rilis tahun 2011 adalah album perdana sekaligus perkenalan yang mantap saya rasa. Luky, tahun ini kita harus bertemu!

Raisa
Saat pertama mendengarkan solois ini lewat radio, saya langsung jatuh hati. Suara beratnya sungguh seksi menurut saya. Sekalinya melihat wujud aslinya di televisi, saya semakin jatuh hati. Musik Raisa yang memasukkan bermacam-macam unsur seperti pop, jazz dan balada sangat menarik. Sebenarnya ia juga sudah pernah tampil di Makasar. Tapi entah kemana saya waktu itu. Ayolah Raisa, jangan bikin aku serba salah dong. tahun ini kita harus bertemu!

Itu saja mungkin ya. Diaminin dong pemirsa!

Sabtu, 29 Oktober 2011

#31HariMenulis: Sumpah Pemuda (Amerika)



Kami bangsa indonesia mengaku berbangsa satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku berbahasa satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku bertanah air satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku, semuanya Amerika

Kami murid Indonesia mengaku , berbangsa satu Amerika

Kami guru Indonesia mengaku, berbahasa satu Amerika
kami bangsa Indonesia mengaku, bertanah air satu, Amerika
kami bangsa Indonesia mengaku, semuanya, Amerika

Selasa, 28 Desember 2010

Lagu Indonesia Yang Paling Saya Suka Tahun Ini

Setelah 'Why? Awards' untuk kategori 'Album  Indonesia Yang Paling Saya Suka Tahun Ini' telah diumumkan pada postingan sebelumnya, maka postingan kali akan membahas tentang 'Lagu Indonesia Yang Paling Saya Suka Tahun Ini'. Jadi kali ini aku akan membahas 5 lagu yang menurutku terbaik tahun ini. Lagi-lagi  aku bilang, ini adalah penilaian subjektif. Jadi yang tidak setuju karena lagu favoritnya tidak masuk silahkan melampiaskan kekecewaannya dengan membuat 'postingan tandingan'.

Ini dia 5 lagu favoritku yang dirilis tahun ini:
1. Hilang - Efek Rumah Kaca

Pertama kali mendengar lagu ini pada suatu malam dalam perjalanan pulang ke rumah. Musik player di mobil teman mengalun sebuah lagu yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Liriknya begitu menggugah. Dengan musik minimalis lagu ini begitu asik terdengar.

Karena penasaran aku putar ulang lagu ini. Aku tanya teman yang punya mobil tentang lagu ini, ternyata dia juga tidak tahu menahu tentang lagu ini. Sesampainya di rumah rasa penasaran ku tumpahkan dengan mencari tahu di google. berbekal lirik yang masih diingat akhirnya aku dapat info tentang lagu ini. Ternyata tebakan dalam hatiku benar. Lagu ini adalah milik band kesukaanku, Efek Rumah Kaca, judulnya 'Hilang'. Suara falseto Cholil sangat khas di lagu ini.

'Hilang' bercerita tentang perasaan keluarga para aktivis dan mahasiswa yang menjadi korban 'penghilangan' pada masa rezim orde baru. Liriknya menggambarkan keadaan orang-orang yang terus melakukan 'ritual' kamisan di depan istana presiden hingga saat ini. tujuannya mereka hanya satu: mencari keadilan akan hilangnya kerabat mereka.

Musiknya minimalis diawal. Dengan musik khas Efek Rumah Kaca yang Britpop. Mulai ditengah sampai penghabisan lagu ini mulai bertenaga. Musiknya mulai agak keras diiringi suara teriakan. Nama-nama korban penghilangan mulai disebutkan satu persatu lengkap dengan waktu hilangnya mereka.

Kredit khusus harus aku berikan pada Efek Rumah Kaca. Mereka selalu membuat lagu idealis namun dapat sangat mengena kepada yang mendengarnya. Termasuk pada lagu yang masuk termasuk dalam album kompilasi Amnesty Internasional ini.

Hilang - Efek Rumah Kaca

"Rindu kami seteguh besi
hari demi hari menanti
tekad kami segunung tinggi
takut siapa semua hadapi...

Yang hilang menjadi katalis
disetiap kamis
nyali berlapis

Marah kami senyala api
didepan istana berdiri...

Yang hilang menjadi katalis
disetiap kamis
nyali berlapis

yang ditinggal takkan pernah diam
mempertanyakan kapan pulang?

aaaaaaaaaa.......aaaaaaa...........aaaaaa....

Dedy Hamdun HILANG Mei 1997
Ismail HILANG Mei 1997
Hermawan Hendrawan HILANG Maret 1998
Hendra Hambali HILANG Mei 1998
M Yusuf HILANG Mei 1997
Nova Al Katiri HILANG Mei 1997
Petrus Bima Anugrah HILANG Maret 1998
Sony HILANG April 1997
Suyat HILANG Februari 1998
Ucok Munandar Siahaan HILANG Mei 1998
Yadin Muhidin HILANG Mei 1998
Yani Afri HILANG April 1997
Wiji Tukul HILANG Mei 1998
HILANG..."

2. Mesin Penenun Hujan -Frau

Seperti yang sudah dikatakan pada postingan sebelumnya, aku tau Frau secara tidak sengaja. Pertama kali mendengarnya aku langsung jatuh cinta. Suaranya begitu enak didengar, permainannya pianonya berkelas dan melihat wajahnya, membuat aku semakin  jatuh cinta :D (Labil)

Kecanggihan Frau tertuang pada lagu 'Mesin Penenun Hujan'. Lagu yang terdapat di album debutnya ini begitu ciamik. Liriknya sangat puitis dan bermakna sangat dalam. musik dengan piano tunggal sangat menyatu dengan liriknya, minimalis namun sangat berkelas. 

Lagu ini sangat ampuh didengar pada saat galau. Lagu-lagu Frau termasuk lagi ini biasa aku dengar pada saat menjelang tidur. Dijamin gangguan susah tidur akan hilang kala mendengarkannya.



Makassar boleh lagi enggak asik karena lagi musim hujan, tapi mendengar 'Mesin Penenun Hujan' selalu menjadikan suasana menjadi asik :D

Mesin Penenun Hujan - Frau

"Merakit mesin penenun hujan

Hingga terjalin, terbentuk awan
Semua tentang kebalikan
Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu

Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita

Kau sakiti aku, kau gerami aku,
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan

Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita"


3. Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa- Frau & Ugoran Prasad

Satu lagi lagu yang sangat aku suka di album debut Frau, Starlit Carousel. 'Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa' adalah lagu yang dinyanyikan Frau dengan berduet dengan seorang penulis yang juga vokalis band Melancholic Bitch.

Dari judulnya yang sangat panjang saja lagu ini sudah sangat menggoda untuk didengar. Lirik Puitis khas Frau tercermin pula dilagu ini. Permainan piano Frau juga sangat berkelas disini. Jari-jarinya sangat lincah. Terutama di bagian tengah lagu ini, Frau memperlihatkan teknik permainan tingkat tinggi. ditambah dengah gaya dan suara vokal Ugoran Prasad menambah kualitas lagu ini.

Banyak orang yang membandingkan duet Frau dan Ugo ini dengan duet fantastis yang pernah tercipta antara Thom York 'Radiohead' dengan Bjork. Dan menurutku, lagu ini adalah lagu paling romantis yang aku dengar tahun ini.

Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa - Frau & Ugoran Prasad
"Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,

Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) kau membias di udara dan terhempaskan cahaya

Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu
menarilah di jauh permukaan

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,

Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) kau membias di udara dan terhempaskan cahaya

Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu
menarilah di jauh permukaan

Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,

karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa"

4. Amerika - Armada Racun
Siapa yang berani memplesetkan teks 'Sumpah Pemuda' menjadi sesuatu yang sangat berbeda? Apakah mereka tidak takut dituntut karena telah melecehkan sesuatu yang telah menjadi kebaggaan bangsa itu? Tapi hal itu telah terjadi. Pelakunya adalah sekelompok anak muda yang menamai diri mereka dengan 'Armada Racun'. Mereka memplesetkan teks 'Sumpah pemuda' menjadi lirik yang menggelitik namun menyinggung di lagu berjudul 'Amerika'.
Dengan musik post-rock khas Armada Racun lagu ini membongkar Indonesia yang sudah ke-amerika-amerika-an. Lewat lagu ini mereka mengakui bahwa kita adalah bangsa pengkonsumsi segala hal tentang barat. Globalisasi yang mengantarkan itu semua. Beat lagu ini tegas dan meledak-ledak. Lagu yang terdapat di album 'Le Peste' ini adalah lagu kritik sosial yang sederhana namun sangat menohok seolah berkata "Sudah sampai mana ke-amerikaan-mu?"
AMERIKA...
Amerika - Armada Racun
Kami bangsa indonesia mengaku berbangsa satu Amerika

Kami bangsa indonesia mengaku berbahasa satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku bertanah air satu Amerika
Kami bangsa indonesia mengaku, semuanya Amerika


Kami murid Indonesia mengaku , berbangsa satu Amerika

Kami guru Indonesia mengaku, berbahasa satu Amerika

kami bangsa Indonesia mengaku, bertanah air satu, Amerika

kami bangsa Indonesia mengaku, semuanya, Amerika

amerika Amerika amerika Amerika

5. Dari Mata Sang Garuda - Pee Wee Gaskins
Melejitnya performa timnas sepakbola Indonesia di piala AFF telah membangkitkan nasionalisme rakyat Indonesia yang memang musiman. Seiring dengan hal itu lagu-lagu yang bertemakan nasionalisme kini rajin terdengar dimana-mana termasuk acara 'dunia dalam berita'. Selain 'Garuda di Dadaku' milik Netral, lagu yang juga sering menjadi backsound tayangan-tayangan tentang euforia kemenagan timnas adalah 'Dari Mata Sang Garuda' milik band teenage rock, Pee Wee Gaskins.
Sebenarnya lagu ini bukan lagu yang baru-baru amat. Sudah ada sejak pertengahan 2010, namun kembali ngangkat karena momen piala AFF tadi. Musik khas Pee Wee Gaskins tergambar di lagu ini. Liriknya pun sangat dapat membangkitkan rasa nasionalisme. Kita diajak untuk mensyukuri segala apa yang kita punya lewat lagu ini.
Ditengah banyaknya cercaan lewat kelompok yang menamakan diri mereka sebagai 'Anti Pee Wee Gasikins', Pee Wee Gaskins tetap berkarya. 'Dari Mata Sang Garuda' adalah bukti mereka adalah anak muda yang tidak ngomong doang, tapi berbuat sesuatu untuk bangsa.
Dari Mata Sang Garuda - Pee Wee Gaskins

"coba berdiri dipuncak gunung tertinggi
tak sadarkah semua tlah kita miliki

dari mata sang garuda
memandang luas dari langit yang tinggi
bersatulah untuk

indonesia
kobarkan semangatmu
kan kubela sampai habis nafasku
jangan pernah menyerah
sudah terlalu lama kita terlelap
bangkit dan raih semua mimpi

jangan lupakan darah dan keringat
pemuda pemudi sebelum kita
tak kan tergantikan segala harta
jangan biarkan mereka mencuri
segala semua dari leluhur kita
buka mata, hati, dan telinga
sebelum semuanya sirna

dari mata sang garuda
memandang luas dari langit yang tinggi
bersatulah untuk

indonesia
kobarkan semangatmu
kan kubela sampai habis nafasku
jangan pernah menyerah
sudah terlalu lama kita terlelap
bangkit dan raih semua mimpi

indonesia dengarlah suaraku
kan kubawa sampai akhir langkahku
jangan pernah menyerah
sudah terlalu lama kita terlelap
merah putih kan slalu dihati"


Oke itu lima lagu terbaik versi pribadi. Selamat tahun baru. Sampai bertemu dengan lagu berkualitas di tahun 2011.

Sekian. Tetap dengar lagu yang berkualitas.

Senin, 27 Desember 2010

Album Indonesia Yang Paling Saya Suka Tahun Ini

Aku suka musik. Kesukaan ini sudah terjadi sejak kecil. Sejak kecil aku paling suka nyanyi. Lagu yang paling sering aku nyanyikan sewaktu kecil adalah lagu Malay. Ya lagu Malaysia, karena aku memang pernah tinggal di Malaysia sekitar setahun sebelum pindah ke Tarakan tahun 1996. Waktu itu aku sangat nge-fans kepada Siti Nurhaliza dan band-band Malaysia yang sudah aku lupa namanya. *Masa kecil yang memalukan.
Selera musik mulai berkembang pas di SMA. Teman-teman sepermainan yang memperkenalkannya. Jika sebelumnya aku hanya mendengarkan lagu-lagu yang tersiar di radio ataupun TV, sejak saat itu aku mulai mengenal lagu-lagu dari band-band yang entah dari mana. Awalnya aneh, tapi lama-kelamaan enak juga.

Waktu SMA juga aku pernah nyoba nge-band bersama teman-teman sekolah. Karena tidak pernah menguasai secara sempurna satu alat musik pun, aku pun jadi vokalis di band itu (mantap bukan). tapi lama-kelamaan (tidak terlalu lama kok) aku sadar kalo tidak berbakat di bidang ini. Band anak SMA yang labil itu pun berhenti tanpa berbuat apa-apa di kancah musik anak sekolahan :). Sampai sekarang aku masih suka musik, tapi hanya sebagai penikmat.

Itulah sedikit intermezzo sebelum kita masuk pada inti postingan ini.

Jadi 'Album  Indonesia Yang Paling Saya Suka Tahun Ini' adalah sebuah penilaian subjektif-ku tentang album terbaik  yang dirilis oleh musisi lokal tahun ini. Dari puluhan atau bahkan ratusan rilisan ada 5 album yang aku anggap terbaik untuk tahun ini.

Namanya juga penilaian subjektif, jadi terserah mau setuju atau tidak setuju itu terserah anda. Atau lebih ekstrim lagi, yang tidak setuju boleh bikin tulisan tandingan.

Ini dia 5 album terbaik versi aku itu. cekidot..

1. Frau- Starlit Carousel
Aku berkenalan dengan Frau secara tidak sengaja. pertama kali liat cewek ini waktu nonton live-nya di 'Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa' yang dinyanyikan bareng Ugoran Prasad. Nah, Ugoran Prasad ini adalah vokalis dari band Melancholic Bitch yang lebih dulu aku kenal.

Starlit Carousel adalah proyek solo perdana Frau yang bernama lengkap Leilani Hermiasih Suyenaga ini. Sebelumnya Frau sempat mengeksplorasi kesenangan bermusiknya di Anggisluka serta The Southern Beach Terror, band surf-rock asal Jogja. Album ini sendiri lebih cocok dikatakan mini album (EP) karena hanya terdapat 6 lagu di dalamnya. Semua lagu di album ini hanya mengunakan 2 instrumen yaitu pita suara si Frau dan bebunyian yang dihasilkan oleh piano yang diberi nama Oscar oleh pemiliknya.

Selain lagu 'Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa' yang telah sedikit disinggung di atas, lagu lain yang menjadi favoritku di album ini adalah 'Mesin Penenun Hujan'. Tentram rasanya kalo mendengar lagu ini. Lirinya melankolis namun mewah akan diksi yang dalam. Permainan jemari Frau di tuts-tuts Oscar si piano sangat ciamik. Lagu ini adalah salah satu langganan lagu pengantar tidurku sepanjang tahun ini :)

Track List:
01. I’m a Sir
02. Mesin Penenun Hujan
03. Salahku, Sahabatku
04. Rat and Cat
05. Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa
06. Glow

2. Armada Racun - La Peste
Jokjakarta sepertinya tidak akan pernah kehabisan stok musisi berkualitas. Armada Racun adalah bukti bahwa Jokjakarta adalah Kota penghasil musisi yang pantas untuk diperhitungkan di kancah musik Indonesia. Terbentuk pada medio tahun 2006, band ini memilih keluar dari pakem konvensional sebuah band. mereka memainkan musik mereka tanpa alunan gitar. bukannya memasukkan unsur gitar mereka malah memasang dua pemain bass di daftar personilnya.

Dan 'La Peste' dalah sebuah penantian panjang bagi Armada Racun. Album ini menjadi rilisan perdana bagi mereka setelah 4 tahun terbentuk. Pertanda bahwa mereka tidak asal-asalan dalam melempar album ke pasar. 11 lagu dalam album ini kebanyakan bertemakan kritik sosial. Ada beberapa lagu bertemakan cinta namun bukan cinta yang banal menurutku.

Lagu favoritku di album ini, apalagi kalau bukan 'Amerika'. Lagu ini sebenarnya sudah lebih dulu beredar menebar racun sebelum 'La Peste' rilis. 'Amerika' memplesetkan teks Sumpah Pemuda hingga memberikan argumentasi yang berbeda tentang nasionalisme. ke-amerikaan-an bangsa Indonesia diakui secara blak-blakan di lagu ini. Dengan alunan musik Rock (lebih ke post-rock mungkin ya) lagu ini sangat tegas namun kita dipaksa untuk setuju bahwa kita adalah Indonesia yang ke-amerika-amerika-an atau ke-barat-barat-an.

Lagu lain yang masuk dalam kategori very recomended adalah 'Tuan Rumah Tanpa Tanah'. bercerita tentang betapa tragisnya rakyat yang tergusur di atas tanah air sendiri. Protes  tegas terhadap imprealisme barat yang sudah mempengaruhi otak para petinggi negara ini.

Track List:
1. Sad People Dance
2. Mati Gaya
3. Tuan Rumah Tanpa Tanah
4. Beautiful Dream
5. Drakula
6. Goodnews For Everybody
7. Boys Kissing Boys
8. Amerika
9. Lalat Betina
10. I'm Small
11. Train's Song

3. Sungsang Lebam Telak - Sapuan Feses Waria Meledak
Banyak band dengan format trio yang aku suka. Mulai dari The Police sampai Efek Rumah Kaca. Dan Sungsam Lebam Telak adalah trio yang keluar dari pakem bermusik dengan cara yang ekstrim. Sangat sulit mendeskriptifkan mereka dengan tulisan (lebih baik langsung dengar mereka). Tapi aku akan memberikan gambaran sedikit disini.

Band asal Bandung ini memainkan musik mereka secara bebas tanpa aturan. Tidak ada pola tempo tertentu. Hanya suara-suara yang lazim di temui di instrumen jazz yang saling berbenturan tidak teratur. Ditambah sesekali suara manusia yang lebih mirip orang yang sedang disodomi (maaf).

Oleh pendengarnya aliran mereka disebut sebagai super-jazz. Kata super disini bukan main-main. Percaya tidak Percaya mereka memang super. Mereka pernah memiliki perikangkat lebih baik dari Radiohead di chart lagu avant garde internasional. Super nggak tu.

Pertama dengar 'Sapuan Feses Wria Meledak', aduh apa ini. Satu kata 'aneh'. Apa pantas ini disebut kumpulan lagu? Seperti yang sudah dikatakan diatas, musik mereka tidak beraturan. Suara vokalnya hanya sesekali muncul. Itupun hanya suara teriakan tidak jelas. 

Keganjilan kembali muncul pada judul lagu di album ini yang sangat panjang. 'Tertangkapnya kecepatan wal afiat yang mampu diramalkan setiap kancah', 'Pengharapan semu dapat dirasakan asap-asap alumnus terjembab lompat'. Bagaimana? Pernah menemukan judul lagu sepanjang itu? tidak sampai disitu, durasi lagu mereka juga sangat tidak lazim. Tak ada lagu yang berdurasi sampai 1 menit. bahkan salah satu lagu hanya berdurasi 4 sekon. sungguh abnormal bukan?

Mungkin ke-abnormal-an mereka itulah yang membuat mereka didengar. Penikmat musik yang mulai bosan dengan band mainstream mencari variasi lain dan menemukan Sungsang Lebam Telak. Dan itulah yang terjadi denganku.

Track List:
  1. Tertangkapnya kecepatan wal afiat yang mampu diramalkan setiap kancah
  2. Pengharapan semu dapat dirasakan asap-asap alumnus terjembab lompat
  3. Kapan lagi membakar aroma bolpoin di balik karpet musim panas terus
  4. Sebesar usaha kami mencuci kaus ternoda bersama gemericik gledek cemerlang
  5. Kejatuhan rona jiwa yang meronta-ronta dalam estetika psikedelis
  6. Endapan kesalahpahaman bobroknya birokrasi tato rusak
  7. Menyongsong area lampu merah saat anus kembali menyempit dua detik dalam perasaan mabrur
  8. Usurlah partikel cakupan melejitnya adidaya kerupuk dan asam garam politik
  9. Semburan diare langsung ke lidah yang telah terpatahkan oleh teori usang tata-titi bersepeda
4. Bangku Taman - Ode Buat Kota
harian ternama Inggris The Guardian pun pernah menyebut mereka sebagai, 'They are one of the most well-respected bands in Indonesia'. Ini bukti bahwa Bangku Taman bukan band sembarangan. Kembali band trio yang menambah khasanah pengetahuan musikku. Dan band itu kembali berasal dari Jogja (like Jogja kalo soal musik).

Ode buat kota adalah rilisan ke-2 milik band yang beraliran britpop/indiepop ini. Nama album ini sendiri diambil dari judul salah satu lagu yang ada di dalam album ini. Di album ini mereka banyak bercerita tentang ibu kota Jakarta, tempat hunian mereka sekarang setelah hijrah dari Jogja.

Mungkin semua juga akan setuju kalau 'Ode Buat Kota' adalah lagu terfavorit di album ini. Aku juga begitu. Di lagu ini Bangkutaman bercerita tentang kompleksitas kehidupan di Jakarta. Pengambaran sederhana mengalir melalui liriknya.

Hampir mirip dengan 'Ode Buat Kota', 'Jalan Pulang' adalah ungkapan kebosanan terhadap tempat tinggal sekarang. folk-rock sangat kental di lagu ini. Kemudian berturut-turut 'Hilangkan', 'Coffee People', 'Alusi', 'Penat', 'Train Song', 'Dibatas Lelah', 'Menjadi Manusia' dan yang juga favoritku di album ini 'Catch Me When I Fall'.

Jakarta terangkum dengan epik dalam satu album.

5. White Shoes and The Couples Company- Vakansi
Sebenarnya White Shoes and The Couples Company bisa saja memberi nama album ini dengan nama 'Vacation'. Namun mereka lebih memilih untuk menamai rilisan teranyar mereka ini dengan 'Vakansi'. Pribadi, aku sependapat dengan mereka atas pilihan itu. Pasti masih banyak orang Indonesia yang belum tahu bahwa kata 'vakansi' terdaftar di KBBI dengan arti 'libur' atau 'liburan'.

White Shoes and The Couples Company adalah band yang konsisten menurutku. mereka tetap setia bermain-main dengan musik zaman dulu. Sementara banyak band beraliran sama dengan mereka sudah berubah. Rilisan ke-3 ini mempertegas ke-konsistenan-an mereka itu.

Lagu favoritku di album ini masih 'Senja Menggila' yang dibuat versi barunya. kecerian di lagu ini masih sangat kentara. Mendengar lagu ini pasti anda ingin bergoyang. Bahkan om-om yang hidup di medio 70-an atau 80-an juga akan membayangkan masa-muda-penuh-cinta mereka saat mendengar lagu ini.

Track List :
1. Berjalan-Jalan
2. Zamrud Khatulistiwa
3. Senja Menggila
4. Selangkah Keseberang
5. Rented Room
6. Kampus Kemarau
7. Sans Titre
8. Hacienda
9. Masa Remajda
10. Ye Good Ol' Days
11. Vakansi
12. Kisah Dari Selatan Jakarta

Oke itu dia 5 album terbaik tahun ini menurut pribadi sendiri. Ada yang mau protes karena album favoritnya tidak terdaftar? Silahkan di hutan. Kalo nggak setuju dengan postingan ini, bisa bikin postingan atau tulisan tandingan kok. seperti yang sudah dikatakan diatas.

Yah cukup sekian lah. Capek ngetik.

Selamat tinggal 2010, Semoga di 2011 akan lahir lagi rilisan-rilisan yang jauh lebih berkualitas.

Salam Kompak Selalu. Wassalam...