"These are the postcards from a young man. They may never be written or posted again." - Manic Street Preachers
Tampilkan postingan dengan label LP2KI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LP2KI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Agustus 2012
Kamis, 14 Juni 2012
Mars LP2KI
Oleh: Hidayat Pratama Putra
Lembaga
penalaran dan penulisan karya ilmiah
fakultas hukum unhas
Tempat
kita belajar bersama
raih cita dan impian
Mendidik mahasiswa unhas berkualitas
dan berbudi pekerti
Pacu
kreatifitas raih prestasi
untuk membangun indonesia
[Reff]
Raih
prestasi wujudkan mimpi
di LP2KI tercinta
Mari berkarya pantang menyerah
bersama kita pasti bisa
Lembaga
penalaran dan penulisan karya ilmiah
fakultas hukum unhas
Trus
melangkah dengan tulisan
wujudkan masa depan cerah
Membangun
karakter bangsa
cerdas kritis dan berakhlaq mulia
berjuang
dengan pena wujudkan perubahan
menuju indonesia sejahtera
[Kembali Reff]
Kamis, 01 Maret 2012
LKTM Bidang Hukum Piala Mahkamah Agung 2012
Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Hukum Piala Mahkamah Agung 2012
Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (LP2KI)
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
Makassar, 5-7 Mei 2012
Info lengkap klik www.lktmma2012-lp2ki.blogspot.com
Kenapa Harus Takut Jurnal Ilmiah!
“Sesuatu yang baik halal untuk dipaksakan” - Prof. Muh. Ashri
Dinas Pendidikan Tinggi (Dikti)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia baru-baru ini
mengeluarkan kebijakan yang cukup mendapat sorotan. Melalui surat edaran
bernomor 125/E/T/2012, Dikti mensyaratkan publikasi makalah pada jurnal ilmiah
bagi mahasiswa yang akan menamatkan studinya diatas bulan Agustus 2012. Resminya,
surat edaran tersebut berisi tiga poin penting. Pertama, bagi mahasiswa program
sarjana (S1) diharuskan menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
Kedua, bagi mahasiswa magister (S2) dibebankan untuk telah menghasilkan makalah
yang terbit pada jurnal ilmiah nasional yang berakreditasi Dikti. Ketiga, untuk
mahasiswa program Doktoral (S3) yang ingin menamatkan studinya diwajibkan telah
menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal ilmiah bertaraf
internasional. Tentu publikasi makalah ini diluar dari tugas akhir berupa
skripsi bagi program S1, tesis bagi program S2 dan disertasi bagi program S3.
Sikap pro dan kontra dari
berbagai kalangan menyambut kebijakan baru ini. Bagi mereka yang pro tentu
sepakat dengan Dikti bahwa kuantitas karya ilmiah kita harus ditingkatkan,
karena memang sudah sangat tertinggal. Jika dibandingkan dengan negara tetangga
Malaysia, jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi di negara
kita hanya sepertujuh dari apa yang telah dihasilkan oleh Negeri Jiran tersebut.
Pihak yang tidak setuju atau
kurang mendukung surat edaran ini juga tidak mau ketinggalan untuk berkomentar.
Bagi mereka regulasi ini sungguh meresahkan bagi para mahasiswa, terutama yang
akan menyelesaikan kuliahnya diatas bulan Agustus 2012. Hal ini dianggap kurang
tepat untuk diterapkan dengan keadaan dunia pendidikan kita yang seperti
sekarang ini. Lagipula, jumlah mahasiswa yang akan lulus tiap tahunnya tidak
berbanding lurus dengan jumlah jurnal ilmiah yang akan menampung makalah para
mahasiswa tersebut.
Bukan Halangan Tapi Tantangan
Sebenarnya kita harus melihat
permasalahan ini secara jernih. Niatan Dikti yang bermaksud ingin lebih
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tentu harus direspon secara
positif. Nah, kontroversi tentang menjawab niatan itu dengan cara wajib mempublikasikan
makalah mahasiswa pada jurnal ilmiah tersebutlah yang harus kita carikan jalan
keluar bersama-bersama.
Menurut saya regulasi ini
sebenarnya bukan suatu halangan yang akan menghambat bagi mahasiswa yang akan
lulus. Melainkan hal ini merupakan suatu tantangan yang harus dijawab secara
arif dan cerdas oleh seluruh insan akademika. Guna mendapatkan hasil yang baik,
diharapkan peran aktif dari para stake
holder untuk mendukung program ini.
Menjawab
kekhawatiran tentang tidak siapnya Perguruan Tinggi dengan keadaan dunia
pendidikan kita yang seperti sekarang ini, Disinilah peran aktif pemerintah
dibutuhkan. Dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu
memperbaiki fasilitas Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Fasilitas seperti
jaringan internet perlu dipermantap. Jumlah bahan bacaan guna menggali ide yang
nantinya akan dituliskan dalam bentuk makalah ilmiah sangat perlu untuk
diperbanyak. Bukankah kenyataan bahwa keadaan perpustakaan di hampir seluruh
perguruan tinggi kita masih menyedihkan adalah salah satu hal yang menghambat
peningkatan pendidikan kita. Banyak perguruan tinggi yang ditargetkan untuk
berstatus world class university tapi
penyelenggara pendidikan alfa dalam hal perbaikan kualitas dan kuantitas
literaturnya. Dan tentu saja masih banyak fasilitas pendukung yang sangat perlu
untuk diperbaiki untuk itu.
Lalu ketakutan bahwa jumlah
jurnal ilmiah yang kita punyai tidak akan cukup untuk menampung jumlah tulisan
mahasiswa yang akan diterbitkan, seharusnya tidak boleh menyurutkan langkah
baik ini. Menurut Indonesian Scientific Journal Database, Hingga 2010 terdapat
sekitar 13.047 jurnal berkategori ilmiah yang
masih aktif. Sebagian besar dari jumlah itu adalah jurnal yang sedang “mati
suri” dan tidak produktif lagi. Hanya sekitar 406 jurnal yang telah
terakreditasi oleh Dikti maupun Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Angka tersebut memang tidak
sepadan dengan jumlah mahasiswa yang akan menyelesaikan masa perkuliahan tiap
tahunnya. Tapi apalah gunanya mengutuki angka-angka tersebut. Hal tersebut sama
sekali tidak akan membawa perubahan positif. Seharusnya surat edaran yang
mewajibkan publikasi malakah ilmiah ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk
memperbaiki kualitas dan kuantitas jurnal ilmiah yang kita miliki.
Sebenarnya kita memiliki potensi
untuk itu. Tinggal bagaimana para pihak terkait, mau atau tidak memperbaki
potensi yang sudah ada tersebut. Pihak pengelola jurnal ilmiah yang telah “mati
suri” dan tidak produktif tadi harus mempunyai motivasi tambahan untuk kembali
mengaktifkan terbitannya. Contoh kasus, di Fakultas Hukum Universitas
Hasanuddin (Unhas) saja sebenarnya ada beberapa jurnal ilmiah yang sudah sempat
terbit, namun mandek di tengah jalan. Salah satunya adalah Jurnal Ilmu Hukum
Amanna Gappa. Jurnal ini sudah memiliki standar baku yang baik sebagai jurnal
ilmiah. Dikti pun telah memberi akreditasi B pada jurnal ini. Namun sudah
beberapa tahun ini jurnal tersebut tidak pernah terbit lagi. Belum lagi jurnal
ilmiah tiap Bagian yang senasib dengan jurnal Amanna Gappa tadi. Mandek terbit
dengan beberapa alasan yang sebenarnya klise.
Ada beberapa cara untuk kembali
menggairahkan penerbitan jurnal ilmiah tadi. Tentu regulasi wajib publikasi makalah
ilmiah tadi harus menjadi pemantiknya. Dengan hadirnya regulasi ini tentu tiap
tahunnya akan sangat banyak tulisan yang siap diterbitkan. Dengan polesan
sana-sani dan proses pembiasaan, pasti tulisan yang dihasilkan akan lebih
berkualitas lagi.
Mengenai biaya penerbitan, itu merupakan
tantangan tersendiri bagi pengelola untuk memanajemen keuangannya. Jurnal
ilmiah yang baik tentu yang dapat mandiri dalam hal pembiayaan. Disini
kepandaian dari pengelola diuji untuk mencari sumber pemasukan guna
kelangsungan hidup sebuah jurnal. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh, salah
satunya menggandeng sponsor untuk terlibat. Tentu dalam hal ini pemerintah
tidak boleh lepas tangan. Sebagai tanda perhatian, tetap harus ada kucuran
dana. Mungkin bisa dalam bentuk subsidi.
Lembaga Karya Tulis Ilmiah Jawabannya
Satu lagi hal yang sebenarnya
kecil tapi sangat bisa membantu untuk menumbuhkan budaya menulis ilmiah di
kalangan mahasiswa. Beberapa tahun belakangan ini sedang ramai tumbuh
organisasi atau lembaga penulisan karya ilmiah di tingkat mahasiswa, baik di
tingkat universitas maupun tingkat fakultas. Perkumpulan mahasiswa seperti ini
sangat membantu dalam hal membudayakan kebiasaan menulis karya ilmiah. Keraguan
terbesar yang muncul dari terbitnya surat edaran Dikti ini kan mahasiswa
ditakutkan tidak mampu menulis sebuah makalah di jurnal ilmiah dalam tempo yang
terasa singkat tersebut. Saya rasa, sebenarnya ini bukan masalah mampu atau
tidak mampu, tapi biasa atau tidak biasa. Dan lembaga karya tulis ilmiah sangat
bisa membantu membiasakan hal tersebut.
Hal ini bukan tanpa bukti. Sekedar
contoh, di Universitas Hasanuddin ada Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan
Penalaran Ilmiah (UKM KPI). Walau berusia masih sangat muda, UKM ini sudah
dapat melatih anggota-anggotanya untuk terbiasa hidup dalam budaya literasi
(membaca, berdiskusi dan menulis). UKM KPI menjadi semacam partner bagi pihak Universitas untuk menciptakan mahasiwa dengan
kemampuan yang lebih. Sejalan dengan UKM KPI di tingkat Universitas, tumbuh
organisasi sejenis di tingkat Fakultas, seperti Lembaga Penalaran dan Penulisan
Karya Ilmiah (LP2KI) di Fakultas Hukum dan Medical Youth Research Club (MYRC)
di Fakultas Kedokteran.
Bukankah semangat seperti yang
anak muda tunjukkan tersebut yang harusnya dibangun. Sikap pesimis dan rasa
takut hanya akan menghambat kita untuk berkembang. Saya teringat perkataan
singkat seorang Guru besar bidang hukum di Unhas. “Sesuatu yang baik halal
untuk dipaksakan”. Ya, walau terasa berat regulasi ini memang harus
“dipaksakan” untuk diterapkan.
Selasa, 13 Desember 2011
Saya Dua Tahun Lalu
20-an mahasiswa baru (maba) Fakultas Hukum Unhas sedang galau. Bukan karena takut hasil final semester perdana mereka akan jelek. Mereka resah karena beberapa hari kedepan akan menghadapi pertemuan terakhir mata kuliah bernilai "hanya" 1 SKS. Kokurikuler (bisa disingkat Kokur) Penulisan nama Mata Kuliah tersebut. Kokur Penulisan adalah salah satu Mata Kuliah 1 SKS yang wajib diambil oleh semua mahasiswa Fakultas Hukum Unhas. Tanpa mengambil salah satu dari Mata Kuliah Kokur, anda tidak akan pernah bergelar S.H. keluaran Unhas.
Berbeda dengan Mata Kuliah lainnya, Kokur dikelola oleh pengurus UKM Fakultas Hukum Unhas. Dan Kokur Penulisan dikelola oleh Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (LP2KI) Fakultas Hukum Unhas. Kokur Penulisan tahun ini adalah yang keempat kalinya dipercayakan kepada LP2KI.
Mepetnya waktu pelaksanaan Kokur Penulisan yang hanya tiga bulan adalah penyebab utama kegalauan para peserta. Hal ini dikarenakan kacaunya sistem akademik di awal semester. Sehingga Mata Kuliah Kokur baru bisa dilaksanakan pada pertengahan semester. Ditmbah lagi intensitas pertemuan yang begitu padat, yaitu dua kali pertemuan setiap pekan. Pengurus Kokur Penulisan menerapkan jadwal seperti itu untuk mengejar materi, yang seharusnya dipersiapkan untuk satu semester penuh. Belum lagi dipertemuan akhir nanti mereka akan mempresentasikan hasil karya tulis mereka sesuai materi yang telah telah diterima.
Saya rasakan betul keresahan teman-teman peserta ini. Mereka merasa takut tidak dapat melakukan hal yang maksimal dengan keadaan akademik seperti sekarang ini. Tapi sebagai seorang yang pernah melalui proses yang sama, ada hal ingin saya bagi kepada teman-teman peserta disini.
***
![]() |
| Peserta Final Kokur Penulisan LP2KI Tahun 2009 |
Dua tahun yang lalu...
Saya berani mengklaim diri saya sebagai orang yang memiliki jalan paling mulus pada pelaksanaan Kokur Penulisan LP2KI. Walaupun dibandingkan dengan siapa pun pada empat tahun pelaksanaan Mata Kuliah ini.
Saya sudah berkenalan dengan (orang-orang) LP2KI bahkan sebelum menginjakkan kaki di Fakultas Hukum Unhas. Ketika disodorkan untuk memilih Mata Kuliah Kokur, tanpa keragu-raguan saya memilih Kokur Penulisan LP2KI. Selain karena saya sudah kenal dengan beberapa orang di dalamnya, saya memilih Kokur ini karena memang ingin mendalami kepenulisan. Jadilah saya bersama sekitar 30-an maba menjadi peserta Kokur penulisan LP2KI di tahun 2009 tersebut.
Kokur berjalan sayapun dengan mudahnya ditunjuk sebagai ketua kelas waktu itu. Ketua kelas bertugas sebagai penghubung antara peserta dengan pengelola Kokur. Setiap ada pemberitahuan mengenai kuliah ini disampaikan melalui saya. Begitu pula dengan pengumpulan tugas dan hal-hal lainnya jadi tanggung jawab ketua kelas. Dengan begitu saya menjadi akrab dengan pengelola kokur pun dengan pengurus LP2KI. Otomatis transfer of knowledge dari senior kepada saya menjadi sangat mudah.
Saya masih ingat betul, waktu itu saya satu tim dengan rekan angkatan saya, Adliah Arif dan senior angkatan 2005 bernama Kak Yudi. Bertiga waktu itu kami menulis tentang permainan online Poker yang saat itu sangat marak di jejaring Facebook. Kami mengangap permainan Poker ini telah melanggar hukum karena secara tidak langsung ada uang yang berputar disitu. Bisa dikatakan Permainan Poker telah menjadi judi gaya baru saat itu.
Sebenarnya secara efektif hanya saya dan Adliah yang mengeksekusi karya tulis ini. Adapun Kak Yudi meminta izin untuk lebih aktif mengurus tugas akhirnya waktu itu. Ya sudahlah, Kak Yudi tidak bisa terlalu aktif, saya dan Adliah harus tetap meneruskan tulisan kami tersebut. Adliah sempat panik. Namun saya meyakinkan ditambah bantuan pembimbing yang sangat membantu, akhirnya karya tulis kami bisa selesai juga. Walaupun bisa dikatakan masih jauh dari kata sempurna.
Hari saat presentasi pun tiba. Hari itu masih ada saja hambatan. Power Point kami belum terlalu siap. Latihan bersama pun baru sekali dilakukan. Untuk mengatasi itu, saya dan Adliah datang ke kempus pagi sekali. Presentasi akan dumulai pukul 9. Berarti kami masih memiliki waktu latihan sekitar dua jam. Kak Yudi yang semulai mengkorfirmasi akan datang mengurungkan niatnya karena harus bertemu dosen pembimbing hari itu. Oke (lagi-lagi) tak mengapa, saya dan Adliah mempersiapkan formasi presentasi untuk dua orang saja.
Ujian tak berhenti sampai disitu. Pada saat pencabutan urutan presentasi kami mendapatkan giliran paling akhir. Itu berarti kami harus menunggu lagi dan akan mengalami ketegangan yang paling lama pula. Tapi kami berusaha untuk tetap tenang. Pali tidak dengan urutan terakhir itu, kami akan bisa mencuri-curi waktu latihan lebih lama. Walaupun tidak akan berarti.
Saya yakin Tuhan telah mengatur kejadian ini sedemian rupa. Pada saat giliran kami yang presentasi, ternyata tak ada halangan yang berarti. Semuanya berjalan dengan dengan begitu mudah. Kami mempresentasikan tulisan kami dengan cukup baik. Ini terbukti dengan pujian yang diberikan oleh tim penguji. Menurut mereka, tulisan kamilah yang terbaik hari itu. Gemuruh tepuk tangan teman-teman peserta lainnya pun mengiringi kami kembali ketemu duduk. Puas rasanya. Ini adalah Karya Tulis saya yang pertama dan langsung dianggap bagus. Entah saya beruntung atau apa. Yang jelas, lagi-lagi saya meyakini Tuhan telah mengatur semua ini.
Tentu tak ada hasil tanpa keringat bukan.
Ujian tak berhenti sampai disitu. Pada saat pencabutan urutan presentasi kami mendapatkan giliran paling akhir. Itu berarti kami harus menunggu lagi dan akan mengalami ketegangan yang paling lama pula. Tapi kami berusaha untuk tetap tenang. Pali tidak dengan urutan terakhir itu, kami akan bisa mencuri-curi waktu latihan lebih lama. Walaupun tidak akan berarti.
Saya yakin Tuhan telah mengatur kejadian ini sedemian rupa. Pada saat giliran kami yang presentasi, ternyata tak ada halangan yang berarti. Semuanya berjalan dengan dengan begitu mudah. Kami mempresentasikan tulisan kami dengan cukup baik. Ini terbukti dengan pujian yang diberikan oleh tim penguji. Menurut mereka, tulisan kamilah yang terbaik hari itu. Gemuruh tepuk tangan teman-teman peserta lainnya pun mengiringi kami kembali ketemu duduk. Puas rasanya. Ini adalah Karya Tulis saya yang pertama dan langsung dianggap bagus. Entah saya beruntung atau apa. Yang jelas, lagi-lagi saya meyakini Tuhan telah mengatur semua ini.
***
Yang saya inginkan adalah teman-teman peserta Kokur tahun ini dapat menangkap sesuatu dari kejadian yang telah saya alami dua tahun yang lalu tersebut. Bahwasanya untuk mencapai sesuatu, proses niscaya harus kita lalui. Hargailah dan nikmatilah proses itu. Karena sebenarnya bukan hasil yang ingin kami tekankan di Kokur ini. Tapi belajar menghargai proses untuk meraih hasil itulah yang ingin kami tumbuhkan pada kalian semua.
Oke, mungkin kalian berfikir jalan kalian tidak semulus yang pernah saya lalui. Tapi saya yakin, Tuhan juga bekerja pada proses yang kalian lalui ini. Seperti Tuhan telah menuntun saya waktu itu. Tentu dengan cara yang berbeda dong. Tentu Tuhan telah mempersiapkan sesuatu untuk kalian semua. Mungkin lebih indah. Tinggal bagaimana cara kalian untuk menggapainya.
Tentu tak ada hasil tanpa keringat bukan.
Terakhir ingin saya katakan, tiap-tiap dari kita tentu punya cara sendiri untuk berguna. Dan menulis adalah cara yang sunyi. Tak banyak yang bertahan dengan cara ini. Hanya yang punya keteguhan dan idealisme yang akan lolos dari proses seleksi alam ini. Semoga kita semua termasuk yang berguna untuk sekeliling dengan berfikir dan menulis.
Jumat, 18 November 2011
Kami Tidak Kasar
Saya baru saja pulang dari mengantar teman-teman saya yang akan berangkat ke Kota Solo untuk berlomba. Sekali lagi teman-teman kuliah saya berkesempatan untuk mengukir prestasi mereka. Setelah minggu lalu Indra, Chua dan Flo beraksi di Fakultas Hukum UI, kali ini Arif, Afif dan Upi siap unjuk diri pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselengggarakan oleh Fakultas Ekonomi UNS Solo. Mereka berhasil menjadi salah satu dari sepuluh finalis setelah tulisan mereka berhasil bersaing dengan puluhan tulisan lainnya dari berbagai Perguruan Tinggi ternama di Indonesia.
Ini adalah pengalaman pertama mereka berkompetisi di tingkat nasional. Tentu tidak mudah untuk menang pada kesempatan perdana. Namun, sekali lagi ingin saya katakan, kemungkinan itu tentu masih ada. Selama usaha-usaha untuk itu terus dilakukan.
Tidak banyak yang ingin saya katakan pada kalian teman-teman. Hanya dukungan dan doa yang akan terus saya berikan untuk kesuksesan kalian kali ini. Pesan saya, tunjukkan kemampuan terbaik pada saat presentasi nanti.
Eh ada satu pesan lagi. Kalau peserta lainnya bertanya tentang kampus kita yang sedang kacau itu, jawab dengan jujur sajalah. Akui saja kalau tawuran memalukan itu memang ada. Tapi katakan pada mereka, kita bukan bagian dari oknum pelaku tawuran itu. Karena kita punya cara yang lebih elegan dalam mengaktualisasikan diri daripada sekedar melempar dan membakar kampus.
Selamat bertanding teman-teman. Harumkan almamater kita.
Jumat, 11 November 2011
KITA PASTI BISA!
Besok petang, tiga orang kolega saya yang juga jagoan-jagoan LP2KI, yaitu Indra, Chua dan Flo akan bertolak ke Jakarta. Disana mereka akan menjadi perwakilan Fakultas Hukum Unhas pada Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Sciencesational UI 2011.
Perjuangan untuk merebut juara pada kompetisi kali ini akan sangat berat bagi mereka. Selain karena minimnya waktu untuk latihan, juga karena lawan-lawan yang akan meraka hadapi adalah tim-tim yang lebih berpengalaman pada perlombaan LKTM tingkat nasional. Ada tim tuan rumah, yaitu Universitas Indonesia Depok yang dikomandoi oleh Najmu Laila. Juga ada Universitas Jember dengan mas Ulum sebagai jagoannya. Dan yang sangat tidak boleh dianggap remeh tim Universitas Hasanuddin lainnya yang diwakili oleh dua peraih emas PIMNAS 2011, Tirsa dan Tami.
Tapi apapun itu, peluang untuk menang pasti masih ada. Selama ikhtiar untuk itu masih terus dilakukan. Bukan begitu kawan-kawan?
Oke sebelum tulisan saya semakin mirip ulasan Sea Games, saya sudahi saja ini semua. Yang pasti, siapapun yang membaca ini, mohon dukungan dan doa kalian untuk teman-teman saya ini. Untuk Indra, Cua dan Flo: bawa pulang juara itu. Buat kami bangga dan buktikan apa yang selalu kita dengungkan: KIPAS, KITA PASTI BISA!
Gazebo Hukum, 11.11.2011
Sambil mendengarkan "Jakarta", lagu milik Luky Annash
Kamis, 27 Oktober 2011
Kamis, 13 Oktober 2011
#31HariMenulis: Akhirnya Foto (Rame2) Juga
![]() |
| Foto bareng di Studio dan dilakukan pada akhir masa pengurusan. Mungkin karena itu banyak yang datang |
![]() |
| Yang ini foto bareng sebelumnya. Dilakukan di fakultas pada awal-awal masa pengurusan. Masih belum terlalu niat untuk foto bareng sepertinya bung :)) |
LEMBAGA PENALARAN DAN PENULISAN KARYA ILMIAH (LP2KI)
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HASANUDDIN
Sabtu, 10 September 2011
Alasan Pembenaran
Cukup lama tak bercerita disini. bukan gak ngapa-ngapain. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya ceritakan. Tapi beberapa ini dulu lah.
Jadi sudah hampir sebulan ini, mulai dari sebelum lebaran kemarin waktu saya lebih banyak tercurah untuk persiapan suatu kegiatan. Bersama teman-teman organisasi di kampus, kami akan mengadakan suatu kompetisi menulis berlevel nasional. Selain untuk kuliah dan lain-lain, waktu harus rela dibagi untuk persiapan acara ini. Mulai dari mengurus masalah pendanaan, publikasi sampai berkas peserta. eh tiba-tiba sudah tinggal satu minggu aja. Yah begitu lah waktu. Terkadang ia datang terlalu cepat ketika kita berharap dia telat.
Kesibukan lainnya?
Gak ada lagi sih. Cuma mulai kuliah lagi setelah lebaran. Tugas sudah mulai menjengkelkan lagi. Tapi kan itu memang tugas utama. Diluar itu saya lagi senang membaca blog milik teman. Terutama yang suka cerita tentang pengalaman jalan-jalan mereka. Saya memang lagi senang-senangnya dengan kegiatan ini. Sungguh keren menurut saya orang yang sering bepergian lalu menceritakan pengalaman tersebut dengan apik dalam bentuk tulisan. Saya sungguh ingin seperti itu. hehehe.. labil ya.
Sedikit bocoran. Saya lagi menabung sedikit demi sedikit ini. Rencananya akhir semester ini saya mau jalan-jalan dengan uang tabungan tadi. Tapi tujuan jangan tahu dulu ya. Nanti tidak jadi saya yang malu. Hehehe..
Senin, 20 Juni 2011
Kertas LP2KI
Hai semua. Lama tak bersua.
Kali ini cuma mau ngasi info lomba yang akan diadakan oleh UKM saya, LP2KI FH-UH. Nama lombanya itu KERTAS. KERTAS adalah akronim dari Kompetisi Esai dan Karya Tulis Ilmiah Nasional. Untuk info lengkapnya bisa cek di kertas2011.blogspot.com.
Oke, cuma itu yang saya mau sampaikan saat ini. Selamat malam. Sampai jumpa.
Kali ini cuma mau ngasi info lomba yang akan diadakan oleh UKM saya, LP2KI FH-UH. Nama lombanya itu KERTAS. KERTAS adalah akronim dari Kompetisi Esai dan Karya Tulis Ilmiah Nasional. Untuk info lengkapnya bisa cek di kertas2011.blogspot.com.
![]() |
| Maskot KERTAS yang unyu |
Selasa, 21 Desember 2010
Sibuk Positif
Jadi akhir-akhir ini (dan sepertinya akan berlangsung lama) aku lagi banyak kegiatan. Minggu lalu baru selesai final yang menandakan semester 3 telah berlalu. Senang rasanya bisa melewati masa 5 bulan yang membosankan. Sekarang udah libur dan tinggal menanti nilai yang biasanya keluar seminggu setelah final. dari 9 mata kuliah baru 2 nilai yang keluar. Hukum Perikatan aku dapat B- (tidak suka kuliah ini) dan Delik-Delik Dalam KUHP dapat A. Target IP semeter ini, diatas 3,5 lah.
Langganan:
Postingan (Atom)






