Sabtu, 08 Januari 2011

Dimirip-miripin

Bulan Desember tahun lalu piala AFF telah diselenggarakan dan menarik animo seluruh masyarakat Indonesia untuk menyaksikannya. Mulai yang ngerti bola sampai yang enggak pernah suka sama sekali tiba-tiba tergila-gila dengan aksi para pemain timnas. Semua media menyiarkannya. Sampai-sampai porsi siaran tentang timnas telah mengalahkan berita-berita yang biasa mendominasi seperti kasus korupsi dan bencana di negeri ini.

Aku juga salah seorang yang mengikuti laga-laga timnas di pentas Piala AFF tersebut. Di kamarku sekarang terpajang poster besar dengan kalender bergambar starting eleven timnas dan tentunya Irfan Bachdim lah (ikutan labil men). Hitung-hitung itu bentuk dukungan untuk persepakbolaan Indonesia lah :D

Aku juga sempat iseng-iseng untuk membandingkan wajah para pemain timnas dengan wajah para pemain bola dunia. Setelah melalui riset yang dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya(???) akhirnya aku menemukan pemain timnas yang mirip dengan pemain kelas dunia tersebut. ini dia, cekidot:

1. Irfan Bachdim MIRIP DENGAN Cristiano Ronaldo


Muda, ganteng dan mesin pencetak gol bagi tim masing-masing. Itulah kesamaan kedua pemain ini. Bahkan media Malaysia (lawan timnas di final Piala AFF) menyebut Irfan Bachdim sebagai Cristiano Ronaldo-nya asia. Dari bentuk permainan, kesamaan pemain ini ada pada cara mereka mendribling bola. Kaki mereka sama-sama lincah pada saat membawa si kulit bundar tersebut. Di timnas Portugal, Ronaldo sempat memakai nomor punggung 17, nomor yang sama yang dipakai oleh Irfan di timnas Indonesia. Pacar kedua pemain ini juga berprofesi sama, yaitu seorang model yang seksi. Cristiano Ronaldo memiliki si seksi Irina Shayk dan Irfan Bachdim memiliki si aduhai Jennifer Kurniawan (liur netes).

Irfan Bachdim (Indonesia/Persema Malang)

Cristiano Ronaldo (Portugal/Real Madrid)
Satu lagi ni kesamaan kedua lelaki ini. Mereka sama-sama membela klub sepakbola yang berasal dari kota yang berawalan huruf 'M'. Ronaldo di Madrid dan Irfan di Malang. hahaha.... enggak penting.

2. Oktovianus Maniani MIRIP DENGAN Shaun-Wright Philips

Oktovianus Maniani (Indonesia/Sriwijaya FC)

Shaun Wright Plihilps (Inggris/ Manchester City)
Bertubuh kecil bukan halangan bagi kedua pemain ini untuk tampil ciamik di lapangan hijau. Lihat saja aksi Oktovianus Maniani. Aksi memukaunya di pentas Piala AFF lalu membuatnya menjadi pujaan baru di pentas persepakbolaan Indonesia. Ia menyerang pertahanan lawan melalui sisi sayap, sama dengan yang dilakukan oleh Shaun-Wright Philips (SWP). Kecepatan berlari menjadi andalan kedua pemain ini.

Bagaimana, mirip bukan kedua abang manise ini?

3. Markus Horison MIRIP DENGAN Nelson Dida

Sama-sama memilih untuk berkepala plontos. Itulah kemiripan pertama yang aku temukan dari kedua pemain ini (enggak penting ye). Juga sama-sama cekatan dalam menjaga gawang (Ya iyalah, kiper). Trus apa lagi ya kemiripannya?

Markus Horison (Indonesia/Persib Bandung)

Nelson Dida (Brazil/AC Milan)
Oh iya mereka ini sama-sama angin-anginan permainannya. Kadang bagus, sering juga membuat blunder yang mengakibatkan tim kebobolan. Markus sempat diganti oleh Fery Rotinsulu sebagai pemain inti karena penyakitnya ini, sebelum kembali dipercaya menjadi kiper nomor satu timnas. Dida juga begitu. Karena kualitas permainannya sudah mulai menurun, kini posisinya sebagai penjaga gawang utama di klub AC Milan diganti oleh Crishtian Abbiati.

Itulah, Yang penting ada samanya lah. hahaha... Go a head, head skin.

Nah, bagaimana mirip bukan. Semoga ini bisa menjadi semacam sedikit hiburan karena kemarin timnas Indonesia (masih) belum bisa meraih juara di Piala AFF.

Sekian. Tetap dukung timnas men. Turunkan Nurdin (Loh???)

Jumat, 07 Januari 2011

Berubah

Selamat siang semua.

Makassar sangat panas hari ini. Padahal minggu lalu hujan melulu. Kedua cuaca yang sangat berlawanan itu memang selalu ada bikin jengkelnya. Yang enak itu yang tengah-tengah aja kali ya, Enggak hujan juga enggak terlalu panas.

Dipekan pertama Januari ini ada yang sedikit aku rubah dari diriku.
 
Gelang kesayangan yang sempat aku lepas selama sekitar 1 semester kemarin kembali aku pake. Gelang ini pernah aku pake sepanjang tahun 2009 sampai pertengahan 2010. Sempat dilepas karena bosan, akhirnya gelang yang terbuat dari tali prusik kecil (biasa dipake untuk kegiatan pecinta alam) ini kembali aku pake.
Ini dia gelang kesayangan itu
Niatan untuk kembali pake gelang ini terjadi secara tak sengaja. Suatu malam aku nda bisa tidur. jadi aku lihat-lihat buku yang ada di atas meja. Dan gelang itu ada diatas meja. Kasian juga liat dia berdiam disitu tak berguna. Kasian juga lihat lengan sudah lama tak ada temannya. Jadilah gelang ini aku pake kembali.

Memakai gelang ini dapat menambah kepercayaan diriku. Seperti gelang power balance yang dipake banyak orang itu. Toh ternyata power balance itu, yang katanya bisa menambah keseimbangan dan stamina hanya sugesti belaka. Apa bedanya dengan gelangku ini. Bedanya hanya, gelangku ini aku beli 2000 rupiah dan aku bikin sendiri, powerbalance itu katanya bisa mencapai harga 400.000. Makan tu seimbang.

Ada satu lagi yang berubah ni. Ciri khas yang selama ini melekat sama aku akhirnya aku hilangkan. kumis tipis dan jenggot (yang sudah sangat panjang tapi tumbuhnya tidak merata) akhirnya aku potong. alasannya bosan aja pake kumis dan jenggot. Juga aku jengkel sama teman-teman yang sering negur kalo aku telat atau nda sholat. Mereka bilang 'masa jenggotan nda sholat'. Apa hubungannya coba jenggot sama sholat. Si Serj Tankian, vokalisnya band  metal system of a Down jenggotan tu, tapi dia nda sholat. Sholat itu kan masalah kepercayaan yang datang dari hati, bukan masalah jenggot kan (apa sih ini)
Ini dia Kumis dan jenggot yang sudah bersih
Kita liat nanti, kalo kumis dan jenggotnya sudah tumbuh. Kalo tumbuhnya bagus dan lebat ya aku biarin tumbuh. Kalo masih tumbuhnya setengah-setengah ya aku cukur habis lagi.

Cukup bahas kumis dan jenggot!!!

Eh tadi pagi sampai sebelum sholat jumat aku sama si Arief Ungu Homo Sejati selesai bikin rak buku untuk jualan. Sebenarnya kami kerja rak-nya dari kemarin. Tapi baru bisa selesai hari ini. Puas rasanya melihat benda buatan sendiri, walaupun tidak terlalu bagus :D

keren kan rak bukunya. Buatan sendiri ni.

Cukup sekian dulu kawan-kawan. Tetap berkreasi biar gahul.

Salam Gahul???

Libur Tapi Sibuk

Hai 2011. Lagi sibuk apa?

Aku lagi libur kuliah ni. Tapi tetap ada sok sibuknya. Di 2010 kemarin aku dipercaya untuk beberapa tanggung jawab tambahan. Jadi 2011 ini semua itu harus dijalanin lah. Aku cerita satu persatu deh.

Selasa, 04 Januari 2011

Etos Siri’ na Pacce: Solusi Krisis Kepemimpinan Indonesia

Efek globalisasi telah merubah pola hidup dan budaya masyarakat Indonesia. Mulai dari pelemahan Sumber Daya Manusia (SDM), pengikisan rasa nasionalisme hingga pergeseran pola hidup dan adat istiadat. Untuk mencegah atau merubah kembali efek globalisasi, dibutuhkan figur-figur muda yang memiliki pola pikir dan gaya kepemimpinan yang mapan. Etos siri’ na pacce adalah gaya kepemimpinan yang paling tepat diterapkan. Karena siri’ na pacce sejalan dengan budaya Indonesia yang menganut budaya ketimuran dan menjunjung tinggi asas-asas demokrasi.



Bersama

Bersama Teman-Teman LP2KI @Kampus Unhas

Saya Adalah


Coklat, Sipit, Berjenggot dan Berkumis tipis

Minggu, 02 Januari 2011