Selasa, 12 April 2011

Why Opu?

Setelah membaca tulisan Goenawan Mohamad (GM) yang berjudul "Nama, atau Mengapa Juliet Salah", saya jadi merasa perlu untuk menjelaskan asal usul nama saya. Kenapa Wahyudin? kenapa pula akrab dipanggil Opu?

Untuk nama Wahyudin saya sependapat dengan orang yang tidak sependapat dengan Shakespeare yang menyatakan apalah arti sebuah nama? Tapi untuk panggilan Opu saya agak sepaham dengan ungkapan "What is in a name" tersebut.
Saya terlahir dengan nama Wahyudin. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari nama itu. Hanya gabungan dari dua kata yang terdiri dari delapan huruf yang saling berbeda. Tak ada nama marga atau nama keturunan yang mengikuti. Karena memang hal tersebut bukanlah suatu kebiasaan dalam keluarga besar saya.


Saya belum pernah berani bertanya perihal apa alasan orang tua saya memberi nama demikian. Tapi kalau coba saya telisik, dari segi artian bahasa nama saya cukup baik. “Wahyu” berarti sesuatu yang diturukan oleh Tuhan (Allah) kepada hambanya dan “Din” berarti agama (Islam). Jadi sebenarnya nama saya sangat kental akan arti keagamaan. Mungkin itu merupakan suatu bentuk doa dari orang yang memberinya. Kelak yang menyandang nama tersebut akan menjadi ahli agama.


Namun apapun itu, Wahyudin adalah hasil dari berfikir kreatif dari kedua orang tua pada saat itu, terutama si mamak.


Lalu kenapa sekarang malah akrab dengan panggilan “Opu”?


Panggilan Opu muncul pertama kali pada waktu SMP kelas 2 sekitar tahun 2003. Seorang teman akrab bernama Irfan yang “memberinya.” Sebelum akrab dipanggil Opu, saya biasa disapa dengan Wahyu atau Udin. Sebenarnya pada waktu Opu ini adalah semacam ejekan. Opu adalah akronim dari Orang PUtih. Menjadi ejekan karena Orang PUtih menjadi semacam penegasian dengan kondisi warna kulit saya pada waktu itu. Saya waktu itu adalah anak yang berkulit gelap dengan rambut kemerahan. Karena saya adalah penggemar permainan yang memerlukan interaksi yang lebih dengan sinar matahari. Main bola, layangan, memancing ikan di tepi laut. Sungguh anak layangan alias alay.


Panggilan tersebut semakin meluas ketika saya masuk tim sepakbola sekolah. Pada saat mengikuti sebuah turnamen, ada satu tim sekolah yang sangat disegani pada waktu itu. Tim tersebut ditakuti karena mereka memiliki seorang pemain yang sudah pernah masuk di dalam tim sepakbola Provinsi. Konon pemain tersebut memiliki tendangan yang sangat keras dan lari yang sangat kencang. Nama sebenarnya adalah Oktavianus. Tapi sialnya pemain itu juga akrab dipanggil Opu.


Jadilah saya semacam maskot penyemangat dalam tim pada waktu itu. Pelatih kami selalu  berkata, “kita jangan pernah takut dengan tim itu, karena kita juga punya Opu.” Benar-benar sial.


Dan Opu akrab dengan saya hingga detik ini. Bahkan banyak orang mengira Opu adalah nama belakang saya. Karena memang di akun Facebook, Twitter dan Blog saya memasang Opu sabagai nama belakang saya. Bahkan pernah seorang teman memesankan tiket pesawat untuk saya dengan nama “Mr. Wahyudin Opu.” Sempat was-was juga pada saat pemeriksaan tiket di bandara. Apa jadinya kalau saya dilarang naik pesawat hanya karena disangka memalsukan nama.


Kadang kala oleh beberapa teman, Opu juga kerap kali berubah-ubah bentuk. Opyu, Ofu, Ovu, Opa, Opo? Unyu unyu bukan ?! nama saya semakin tidak beres.


Tapi sekarang Opu saya anggap bukan lagi sebagai sebuah ejekan. Ia kini saya anggap sebagai panggilan akrab teman-teman dekat. Dengan Opu saya bisa lebih mudah diingat dan dikenal. Bahkan menjadi semacam identitas dalam pergaulan saya. Mungkin banyak yang tidak ingat jika disebut “Wahyudin”, tapi lebih akrab jika ada yang menyebut “Opu.”

Bahkan jika dimungkinkan saya berencana mendaftarkan Opu sebagai nama belakang saya secara resmi. Tapi tentu saja terlebih dulu meminta izin kepada orang yang telah memberikan nama asli pertama kali, yaitu orang tua.


2 komentar:

  1. hoho, Opu.. Opu...

    saya mmng suka memanggilmu itu.. ^^

    BalasHapus
  2. opu keren juga kok !! lebih akrab malah.. hehe
    kalau perlu anakmu nanti suruh panggil opu aja., hhaha !!

    om opu.. ajari saya menulis ya,,, biar bisa lebih banyak postinganku di blog,, hhehe..!!

    BalasHapus