Kamis, 07 Juni 2012

Ke Malang Kami Kan Pergi #2

Bersama Arasy, metalhead Universitas Brawijaya
Hari pertama pelaksanaan Lingkar Riset Mahasiswa Hukum Indonesia (LRMHI) di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, saya sudah mendapatkan dua ajakan untuk menonton konser musik. Yang pertama datang dari Pandi, teman SMA yang sekarang sedang berjuang untuk menjadi seorang sarjana di Kota Malang. Ia mengajak untuk menonton konser band kesayangan kami bersama yaitu Sheila On 7 yang akan manggung di Universitas Negeri Malang. Ajakan kedua lebih menggiurkan datang dari Arasy, seorang metalhead asal Gorontalo yang tersesat di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Ia memberi tahu bahwa Seringai, salah satu unit metal terbaik negeri ini akan hadir menjadi penampil utama pada event Kickfest Malang 2012 di hari kedua. Tentu saja saya lebih memilih ajakan yang kedua. Saya terlanjur kesengsem dengan penampilan Seringai yang pertama kali saya tonton di helatan Rock In Celebes tahun 2011 lalu.

Tapi tentu saja halangan terbesar bagi kami untuk menghadiri gelaran Kickfest datang dari jadwal acara LRMHI yang tidak memungkinkan kami untuk kemana-mana. Siang hari saya sudah membuat sebuah permufakatan jahat dengan Arasy: Kami akan kabur dari tempat acara untuk hadir di arena moshing Kickfest Malang. Namun apa nyana, Kami batal datang ke Konser Seringai. Saya masih sibuk untuk mendampingi peserta pada sebuah diskusi. Sedangkang Arasy dihimbau untuk tidak pergi kemana-mana, karena divisinya masih bertanggung jawab atas berlangsungnya acara. Ah, sungguh sayang.

Setelah batal ke Kickfest dihari kedua saya malah kembali mendapat ajakan untuk kesana dihari selanjutnya oleh dua orang teman dekat semasa SMA. Untung saja malam itu seluruh rangkaian kegiatan LRMHI telah usai. Setelah makan malam bersama dan sudah memastikan bahwa penginapan kami untuk dua malam kedepan telah aman, saya, Pandi dan Septian langsung bergegas ke arena Kickfest Malang yang berlangsung di Lapangan Rampal. Sesampainya disana kami langsung menuju both Starcross yang sudah dibanjiri oleh para Sheila Gank (sebutan untuk para fans Sheila On 7). Saya tidak terlalu lama di both itu. Tujuan saya ke KickFest adalah untuk mencari sebuah tas selempang kecil untuk memudahkan perjalanan selama di Malang dan juga untuk bekal KKN nanti. Saya mendapatkan tas tesebut di both Screamous, tentu dengan harga miring.

Hanya sekitar dua jam disana, kami pun beranjak untuk mencari makan. Bersama beberapa mbak-mbak Sheila Gank, kami memilih Nasi Goreng Gandrung untuk dijajal  di tengah malam itu. Konon nasi goreng tersebut telah menjadi waralaba yang sudah memiliki cabang di berbagai daerah. Saya yang belum tahu apa-apa tentang Nasi Goreng Gandrung memilih aman saja. Saya dan Septian memilih Nasi Goreng Gandrung, sedangkan yang lain memilih varian lainnya. Overall nasi goreng ini enak. Rasanya serba pas dengan lidah saya. Lagipula harganya cukup murah meriah, hanya Tujuh Ribu Rupiah untuk sepiring Nasi Goreng Gandrung. Dan yang paling mengenakkan, Nasi Goreng Gandrung plus Jus Jeruk malam itu ditraktir oleh mbak-mbak Sheila Gank yang saya lupa namanya. Aduh, maafkan saya mbak. Maafkan saya.

Selepas dari Warung Nasi Goreng Gandrung, Septian langsung mengantar saya ke penginapan. Pukul 11 malam saya sudah terlalu mengantuk untuk diajak berkeliling Kota Malang. Sebenarnya masih ada beberapa destinasi tengah malam yang ingin diperlihatkan oleh Pandi dan Septian. Namun apa daya tenaganya tak sampai. Maka berakhir pula pertemuan kami di malam itu. Terimakasih kepada Pandi dan Septian yang sudah menjamu saya. Kapan-kapan kalian yang harus ke Makassar.

Senin (04/06/2012), sehari sebelum kembali ke Makassar kami (Saya, Nur dan Rinanti) menyempatkan diri untuk mengunjungi Kota Wisata Batu. Berbekal kenekatan dan bertanya sana-sani, akhirnya sampai juga kami di Jatim Park II. Lokasi wisata ini berjarak 45 menit perjalanan dari Kota Malang. Udara sejuk langsung menyapa kami ketika turun dari angkot. Udara di Kota Batu ini mirip-mirip lah dengan Malino. Hanya saja Kota ini betul-betul didesain untuk menjadi kota wisata. Infrastruktur wisata kota ini cukup mengagumkan. Di Jatim Park II saja terdapat Batu Secret Zoo yang nyaman, Museum Satwa yang mengingatkan saya dengan film Night at The Museum dan juga penginapan unik berbentuk pohon raksasa bernama Pohon Inn.

Tempat pertama yang kami jajal adalah Batu Secret Zoo. Tempat ini begitu nyaman. Memadukan kebun binatang, cafe dan resto juga wahana permainan keluarga. Kebun binatang yang biasanya memiliki kesan kotor dan tidak terawat sama sekali tak terlihat di tempat ini. Bagi saya, yang paling menyenangkan dari tempat ini adalah saya bisa melihat hewan-hewan yang belum pernah saya lihat secara langsung sebelumnya dengan penataan kandang yang enak dipandang. Hewan-hewan yang sering muncul di  film-film kartun juga banyak terdapat disini. Pokoknya Batu Secret Zoo ini sangat saya rekomendasikan bagi yang akan berkunjung ke Kota Malang.

Perjalanan kami berlanjut di Museum Satwa. Museum ini dirancang secara apik dan benar-benar “bertaraf internasional.” Dari luar bentuk bangunannya dirancang dengan gaya eropa kuno. Ketika masuk, kita langsung disambut dengan rangka hewan raksasa Dinosaurus yang gagah. Rangka dinosaurus inilah yang mengingatkan saya dengan film Night at The Museum. Tidak hanya itu, diorama hewan-hewan yang telah diawetkan pun sangat menarik untuk disimak disini. Hanya satu jam saja kami di tempat ini. Waktu terlalu banyak kami habiskan di Batu Secret Zoo. Malam sudah hampir datang. Itu berarti perjalanan kami akan berlanjut ke Batu Night Sensation (BNS).

Hari sudah malam ketika kami sampai di BNS. Kami sempat terkecoh oleh seorang anak kecil yang mengatakan jarak antara Jatim Park II dengan BNS itu dekat saja. Ternyata perkiraan anak itu benar, sangat dekat untuk ukuran dia yang sering berjalan kaki sepertinya. Sedangkan bagi kami, jarak yang sepertinya sejauh lebih dari 1 kilometer itu sungguh berat. Apalagi sudah seharian ini kami berjalan mengelilingi Jatim Park II. Dengan sisa-sisa tenaga akhirnya sampai juga kami di BNS yang sudah ramai dibicarakan itu. Setelah membayar tiket masuk seharga sepuluh ribu rupiah per orang, kami pun siap menjelajah berbagai wahana permainan disana. Tapi ternyata semangat kami telah habis diperjalanan tadi. saya sudah terlanjur tidak berselera menghabiskan teriakan suara di beberapa wahana yang terlihat menantang. Rinanti juga sudah cukup syok setelah diguncang wahana Tsunami di Batu Secret Zoo tadi. Jadilah kami hanya bermain di satu wahana yang tentram saat dimainkan, yaitu Sepeda Terbang. Dengan wahana ini kita bisa melihat keindahan Kota Batu dan Malang dari ketinggian.

Rinanti dan Nur di depan Batu Secret Zoo
Bercengkrama dengan burung-burung cantik
Raja Singa :D
Museum Satwa yang megah

Setelah menikmati Keindahan Kota Batu dan Malang dengan Sepeda Terbang, kami langsung beranjak menuju toko oleh-oleh yang berada dibagian luar BNS. Disana kami memilih penganan khas Kota Malang untuk dibawa pulang sebagai buah tangan untuk teman-teman di Makassar. Setelah dirasa cukup, langsung saja kami menuju terminal terdekat untuk selanjutnya kembali ke Malang. Untung saja masih ada angkot menuju Kota Malang di Pukul 9 malam itu. Sebelum pukul 10 kami sudah tiba di penginapan. Setelah santap malam, kami langsung terlelap karena esok hari akan menuju Surabaya untuk selanjutnya kembali ke Makassar.

Selasa (05/06/2012), hangat matahari Makassar sudah kembali kami rasakan. Benar kata Rinanti pada saat konferensi di Universitas Brawijaya, “Malang memang sejuk, tapi kami tetap harus kembali kepada hangatnya Makassar.” Perjalanan 4 hari kami benar-benar baru akan sempurna ketika sudah kembali ke rumah.

Hal pertama yang harus saya lakukan sesaat sampai di asrama adalah mencongkel pintu kamar. Ternyata oh ternyata kunci kamar saya tertinggal di penginapan di Malang bersama sebuah celana denim pendek dan, cangcut cuk. Mama yora...

7 komentar:

  1. Foto yang raja singa kayak saudara loh sama kamu..., :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. kak shawir bs aja deh :D

      Hapus
  2. Wahaha.. akulah si raja singa *eh :D

    BalasHapus
  3. hahahha itu tandanya disuruh balik malang lagi kak kapan-kapan buat ambil kunci+denimnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin. semoga ada rejeki untuk merasakan dinginnya malang lg. nabila juga ke makassar lg dong :)

      Hapus
  4. nama saya salah tulis kakak, salam tiga jari :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. whahaha.. maafkan. kesalahan pd penulisan nama kamu yg keren itu telah diperbaiki ya, Mr. Arasy :))

      Hapus